Jumat, 08 Juni 2012


Geowisata
“Jajal alam Gunung Puntang”

Andre S Ginting
12110042
Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung
                                             
                                             

Wisata alam Gunung Putang terletak di Banjaran,Cidahu Kabupaten Bandung,lebih tepatnya berada di Bandung bagian selatan.Gunung puntang sendiri dapat dicapai dengan bus,atuapun kendaraan pribadi dimana kurang lebih berjaka tiga puluh kilometer dari kota bandung,jika ingin cepat sampai dan langsung menikmati keindahan dan bentang alam gunung puntang,bisa dengan helicopter juga !
Perjalanan kami kurang lebih ditempuh dengan bus dari ITB dua jam,dengan semua yang tidak sabar ingin merasakan hawa gunung puntang,sampai semua tertidur di bus.Peserta geowisata kali ini adalah mahasiswa dari ITB sendiri dari program studi yang berbeda-beda diantaranya T.Pertambangan,Geologi,Planologi,T.Lingkungan,dan beberapa mahasiswa lainnya.
Kami tiba di objek geowisata gunung puntang ini pada pukul 09.50 WIB,setelah melihat sebagian dari tempat ini,saya merasakan ada hawa petualangan yang bisa saya rasakan disini.
Gunung Puntang ini dulunya adalah sebuah perkampungan,dulu bisa juga dikenal sebagai perkampungan radio ataupun kampong Malabar.Di sini terdapat banyak tempat unik yang bisa kita temui dan kita ketahui.Pada awal perjalanan kami berada di sekitar lembah gunung puntang,di sini terdapat puing-puing bangunan pemukiman dari warga di perkampungan radio dulu.Perkampungan ini dulunya adalah tempat permukiman dari staff dan para pekerja yang bekerja di sebuah tempat yang tersembunyi namun sangat besar dan luar biasa.Kenapa dinamakan kampong radio ?,karena dulu di sini terdapat radio pemancar yang didirikan oleh Pemerintahan Belanda untuk berkomunikasi langsung dari Indonesia ke Belanda.
Ini saya sedang berfoto sembari mendokumentasikan keindahan alam gunung puntang                                                      
IMG_2131.JPG













Radio Malabar begitulah namanya dulu pada perkiraan tahun 1923.Gunung puntang merupakan tempat yang sangat strategis untuk didirikannya pemancar radio tersebut menurut pemerintah Belanda khususnya perintis dari pendiri radio ini,yaitu Ir.De Groot.Bentuk alam dari lembah gunung puntang sendiri yang seperti parabola sehingga sangat bagus digukanan sebagai penangkap dan pemancar sinyal komunikasi.Radio ini membutuhkan sumber energi listrik yang besar sehingga dibuatlah pembangkit listrik yang salah satunya bersumber dari sungai di gunung puntang yaitu sungai cigeureuh yang bersumber dari curug siliwangi.Tapi ini semua tinggal puing-puing yang bisa kita jumpai karena peristiwa bandung lautan api,perkampungan radio ini juga diketahui oleh Indonesia merupakan tempat belanda,sehingga di bumi hanguskan.Kita hanya bisa melihat dan mendengar sejarahnya yang luar biasa.
puing-puing bangunan,saksi sejarah radio malabar

“Hallo Bandoeng! Hier Den Haag!”,kata-kata inilah yang pertama kali diucapkan ketika terjadinya komunikasi antara Belanda denganIndonesia dan juga sangat fenomenal ,bukti fenomenalnya sehingga lagu”halo-halo bandung” memiliki salah satu inspirasinya dari kata-kata ini.
Di sini juga terdapat tempat ya ng bernama kolam cinta.Dari namanya saja,kola mini berbentuk seperti hati,dan konon ceritanya ketika ada sepasang kekasih yang datang ke sini maka hubungannya kedepan akan semakin langgeng untuk kedepannya.Tetapi kola mini sudah kelihatan tidak terjaga,kerna temboknya yang sudah hancur dan ada bagian kolam yang sudah tertimbun tanh dan ditumbuhi rumput.
kolam cinta,yang penuh dengan cerita yang menarik

Kami menyusuri sungai cigeureuh untuk melihat curug siliwangi,jalan yang dilalui pada saat penyusuran ini,adalah semak belukar dan kadang harus menyebrangi sungai untuk melanjutkan perjalanan,dan kami juga sekali-sekali haru merintis jalan.Sungai cigeureuh memiliki bentang alam yang indah,banyak batuan yang berbeda ukuran dari yang sangat besar ke yang sangat kecil,dan suara derasnya aliran sungai menambah semangat kami untuk tetap menjajal sungai ini.Dikarenakan jalan yang dilewati untuk mencapai curug siliwangi terbilang agak sudah dan kadang harus merintis jalan,sedangkan waktu yang kami punya untuk sampai ke curug telah habis,maka kamipun memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan dan kembali.
sembari berjalan,sembari berfoto bersama rekan seperjalanan
alirang sungai yang deras menantang adrenalin kami


Diperjalanan pulang kami,kami berhenti di pinggiran sungai dan istirahat untuk makan siang,saya belum pernah merasakan indahnya tempat seperti ini dan disuguhi dengan makan siang dengan kaki yang dilewati oleh aliran sungai yang deras,walaupun lelah dan tidak mencapai curug siliwangi,perjalan ini sangat kami nikmati dengan pemandangan dan kondisi bentang alam gunung puntang yang dapat kami lihat serta berbagai jenis tumbuhan dan mahkluk hidup.
menikmati dan mempelajari alam dengan kawan-kawan menambah semangat perjalanan

Perjalan ini tidak sia-sia karena banyak ilmu dan teman yang kami dapat,karena dalam perjalanan ini kami banyak berkomunikasi dengan teman-teman yang belum dikenal dan saling tolong menolong ketika menjelajahi sungai tersebut.
Sekian dulu postingan dari saya,tunggu dan nikmati jelajah alam berikutnya bersamaku,
"harapanku agar otot dan stamina ini terus bersama ketika kujelajah alam"
Tetap semangat melestarikan alam.